industri pengaruhi perubahan iklim
industri pengaruhi perubahan iklim

Aktivitas Manusia Pengaruhi Perubahan Iklim

Masih ingatkah dengan peristiwa Revolusi Industri? Revolusi industri dimulai di akhir tahun 1700-an, peristiwa itu disebut sebagai titik balik dalam sejarah manusia bahwa tenaga kerja manual manusia mulai diganti oleh penemuan mesin. Di pertengahan tahun 1800-an, penggunaan mesin meningkat dengan cepat. Mesin-mesin ini digerakkan oleh batubara dan bahan bakar fosil lainnya. Walau membawa banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari manusia, Revolusi Industri juga menandai perubahan pada dampak kegiatan manusia.

Sekarang, produksi massal dengan penggunaan bahan bakar fosil yang meningkat mulai menyebabkan lebih banyak gas rumah kaca terlepas ke atmosfer. Ini makin bertambah saat listrik dan kendaraan diciptakan dan diproduksi serta digunakan secara luas. Dengan begitu, alasan utama iklim berubah adalah bahwa kegiatan manusia mengganggu proses dan siklus bumi yang mengontrol iklim bumi, seperti efek rumah kaca dan daur karbon. Jadi semakin banyak emisi CO2 dari kegiatan manusia dapat  mengubah keseimbangan proses alami bumi sehingga menyebabkan pemanasan global dan  perubahan iklim.

Hampir setiap kegiatan manusia melepaskan sebagian CO2 ke udara, seperti penggunaan bahan bakar fosil untuk industri, transportasi, serta penggundulan dan kebakaran hutan.
Selain itu tenaga listrik banyak menggunakan  bahan bakar fosil seperti batubara atau gas alam. Bahan bakar tersebut mengandung jumlah karbon yang tinggi. Saat mobil atau mesin menggunakan bensin atau solar, karbon yang terkandung dalam bahan bakar berubah menjadi karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer.

Penggundulan dan Kebakaran Hutan
Menebang atau membakar pohon untuk mengubah hutan menjadi padang rumput atau lahan pertanian atau untuk produksi kayu komersial dapat melepaskan karbon dioksida ke atmosfer.

Perubahan Pemanfaatan Lahan
Perubahan pemanfaatan lahan juga memengaruhi daur karbon dengan cara lain. Saat hutan ditebang untuk kayu komersial, pertanian, atau penggembalaan ternak, jumlah hutan yang tersedia untuk menarik CO2 keluar dari udara berkurang sehingga lebih banyak CO2 berada di atmosfer. Konversi ekosistem alami menjadi area untuk kegiatan manusia (pertanian, padang gembala, lahan bangunan dan seterusnya) biasanya menyebabkan perubahan dari area penyimpanan karbon tinggi (sering kali hutan atau lahan berpohon) menjadi penyimpanan karbon lebih rendah seperti padang rumput.

Mengurangi jumlah bahan bakar fosil yang digunakan dalam industri dan kendaraan serta menghentikan penggundulan akan mengurangi jumlah karbon yang dilepaskan ke atmosfer. Menanam pohon atau menghutankan kembali area yang telah ditebang atau dibersihkan akan menambahkan pohon baru untuk menyerap karbon dari udara dan menyimpannya selain untuk pertumbuhan, sehingga meningkatkan jumlah karbon yang dikeluarkan dari atmosfer. Maka, kegiatan-kegiatan ini dapat membantu memulihkan keseimbangan proses alami bumi dan menghentikan perubahan iklim. Selain itu, teknologi harus digunakan dengan cara yang berkelanjutan guna menghindari meningkatnya efek perubahan iklim.

Oleh : Nia Anggraini (Mahasiswa UIN Jakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Ananda Mustadjab Pembicara Hari Bumi

Ketua YPBI Saat Menjadi Narsum di Acara Hari Bumi 2017