Foto: greeners.co/Danny Kosasih

COP 22 Marakesh, Ini Misi Penting yang Akan Dibawa Indonesia

Jakarta – Pemerintah Indonesia telah menetapkan akan membawa tiga misi penting pada pelaksanaan Pertemuan Para Pihak atau Conference of the Parties (COP 22) dalam United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang akan diselenggarakan di Marakesh, Maroko.

Keikutsertaan Delegasi Republik Indonesia (Delri) di sana, dikatakan oleh Direktur Jendral Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nur Masripatin, akan membawa tiga misi penting. Pertama, mendukung pembentukan COP 22 sebagai COP of implementation atau pertemuan untuk mengimplementasikan hasil Kesepakatan Paris sebagai misi pertama.

Dukungan tersebut, tambahnya, sangat dibutuhkan agar COP 22 nantinya tidak lagi hanya berisi deklarasi dan pernyataan politis melainkan aksi nyata dan implementasi dari hasil Kesepakatan Paris. Kedua, Delri pada COP 22 akan mendorong agar arah perundingan COP 22 dapat membahas berbagai elemen Kesepakatan Paris sebagai satu kesatuan dengan tetap berdasarkan prinsip tanggung jawab bersama berdasarkan kemampuan masing-masing negara.

“Ketiga, kami juga memandang pentingnya pengkajian implikasi hukum pada negara pihak yang memiliki komitmen tinggi melaksanakan Kesepakatan Paris namun terkendala prosedur ratifikasi di dalam negeri jika Kesepakatan Paris berlaku lebih awal dari yang diperkirakan,” ujarnya usai Pertemuan Pleno Pertama Persiapan Delri Menuju COP 22, Jakarta, Selasa (20/09).

Untuk memuluskan misi keikutsertaan Delri pada COP 22 tersebut, Nur menyatakan pemerintah telah melakukan beberapa langkah strategi melalui dua jalur, yaitu negosiasi dan jalur penjangkauan atau kampanye. Pada jalur negosiasi, Sekretariat Delri telah melaksanakan serangkaian pertemuan negosiator dan penyusunan submisi Indonesia sebagai tindak lanjut hasil Bonn Climate Conference pada Mei 2016 lalu.

“Persiapan substansi tersebut mencakup elemen-elemen penting dalam negosiasi, seperti adaptasi dan mitigasi, transparansi aksi dan dukungan seperti pendanaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta gender dan perubahan iklim,” katanya meneruskan.

Pada jalur penjangkauan dan kampanye, Nur mengatakan telah dilaksanakan beberapa pertemuan dalam rangka memfasilitasi keterlibatan pihak di luar pemerintah atau non-state actors, persiapan penyelenggaraan side event Indonesia pada COP 22, pembangunan Sistem Pelaporan Nasional seperti Sistem Registrasi Nasional (SRN), membangun sistem Measurable, Reportable, and Verifiable (MRV) atau Sistem Pengukuran, Pelaporan, dan Verifikasi.

“Selain itu juga dilakukan penyiapan Nationally Determined Contribution (NDC) serta penyiapan Third National Communication (TNC),” tutupnya.

 

Baca Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Ananda Mustadjab Pembicara Hari Bumi

Ketua YPBI Saat Menjadi Narsum di Acara Hari Bumi 2017