Kantong Pastik
Kantong Pastik

Hasil Survei “Kebijakan Kantong Plastik Ramah Lingkungan”

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui surat edaran S.1230/PSLB3-PS/2016 tertanggal 17 Februari 2016 menerapkan harga minimal kantong plastik berbayar sebesar Rp 200. Kebijakan ini dianggap sebagai salah satu langkah untuk mengurangi limbah atau sampah plastik yang sudah sangat mengganggu lingkungan

Kebijakan tersebut sebetulnya memiliki tujuan baik namun kurang tepat sasaran sebab plastik yang berasal dari pasar modern atau supermarket hanya berjumlah 30% dari total sampah plastik yang ada di masyarakat. Sedangkan sekitar 70% sampah plastik lainnya justru berasal dari pasar tradisional yang tidak terkena kebijakan tersebut, sebagian besar kantong plastik yang tersebar di pasar tradisional ternyata juga belum ramah lingkungan.

Berangkat dari permasalahan di atas, Yayasan Peduli Bumi Indonesia (YPBI) mengadakan Pilot Project Penelitian berupa survei tentang “Kebijakan Penggunaan Kantong Plastik Ramah Lingkungan”.

Tujuan Penelitian

Survei ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan masyarakat tentang beberapa kebijakan pemerintah terkait kantong belanja plastik ramah lingkungan di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, wilayah ini dijadikan sebagai wilayah penelitian karena perkembangan perekonomiannya cukup pesat, letaknya yang strategis menjadikan sebagian besar wilayah kecamatan Ciputat Timur merupakan pemukiman serta sentra perdagangan dan jasa, hal ini ditandai dengan pertambahan penduduk, pusat perbelanjaan, perkantoran, pertokoan, serta kampus kampus dan institusi pendidikan lainnya, sehingga mobilitas masyarakatnya juga relatif tinggi. Ditambah dengan kondisi masyarakat kecamatan Ciputat Timur yang heterogen.

Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah para pelaku usaha pengguna kantong plastik seperti pedagang / pemilik / karyawan warung, toko, grosir, dan pedagang kaki lima di kecamatan Ciputat Timur. Dengan jumlah responden sebanyak 300 orang pelaku usaha.

Lokasi dan Waktu

Penelitian dilakukan pada bulan April – Mei 2016 di 6 kelurahan dan 1 area kampus di kecamatan Ciputat Timur Tangerang Selatan.

Hasil Penelitian

Berdasarkan Perda sampah kota Tangerang Selatan No.3 Tahun 2013 Pasal 19 Ayat 3 Poin b yang menyatakan bahwa pelaku usaha dalam pengelolaan sampah harus mengikuti ketentuan dalam mengemas produk dengan menggunakan bahan ramah lingkungan.

Diagram Hasil Survei YPBI 2016Namun dari data temuan di lapangan, sebanyak 53% pedagang / pelaku usaha di wilayah tersebut belum mengetahui kebijakan pemerintah daerah mengenai diwajibkannya penggunaan bahan ramah lingkungan seperti kantong plastik yang digunakan dalam mengemas produk yang mereka jual. Sedangkan 44% pelaku usaha sudah mengetahui kebijakan tersebut. Meskipun demikian, mayoritas pelaku usaha yang menjadi sasaran penelitian ternyata belum ada yang menggunakan kantong plastik ramah lingkungan. Beberapa alasan mereka ialah karena ketidaktahuan dan tidak tersedianya pasokan plastik ramah lingkungan yang beredar dipasaran.

Berikutnya mengenai sanksi bagi setiap orang yang melanggar Perda tersebut di atas, secara lebih lanjut tertuang pada Pasal 51 ayat 1 yang berbunyi, “Setiap orang yang terbukti melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat (1), 11 ayat (1) dan (2), Pasal 12 ayat (1), Pasal 14 ayat (1), Pasal 15, Pasal 16, Pasal 17, Pasal 18 ayat (1), Pasal 19 ayat (1), ayat (2), dan (3), Pasal 20, dan Pasal 45 Peraturan Daerah ini diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)”.

Diagram Hasil Survei YPBI 2016-denda-pengguna-plasik-tidak-ramah-lingkunganHanya 21% pedagang/pelaku usaha yang sudah mengetahui sanksi atas kebijakan tersebut, belum lagi dengan persoalan sampah plastik yang hanya bisa terurai dan hancur selama 500 tahun lebih, ternyata masih berkisar 36 % pelaku usaha yang sudah mengetahui dampak sampah plastik yang tidak ramah lingkungan.

Demikian pemaparan ringkas hasil survei dari YPBI, semoga bisa menjadi bahan referensi dan refleksi bersama.

Tim Peneliti

Surveyor :

  1. Angga Syaripudin Yusuf / Mahasiswa S2 UNINDRA
  2. Ihwanur Rifqi / Mahasiswa S1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  3. Arief Haditio / Mahasiswa S1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  4. Nisaa Diniyaty / Mahasiswa S1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  5. Muta’ali / Mahasiswa S1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Penyusun Laporan:

  1. Bob Randilawe
  2. Yully Khusniah
  3. Angga S Yusuf

Pengawas dan Penanggungjawab :

  1. Bob Randilawe
  2. Ananda Mustadjab Latif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Ananda Mustadjab Pembicara Hari Bumi

Ketua YPBI Saat Menjadi Narsum di Acara Hari Bumi 2017