World Environtment Day 2016. Source: thephuketnews.com
World Environtment Day 2016. Source: thephuketnews.com

Pesan Hari Lingkungan Hidup 2016: Tolak Perdagangan Satwa Liar

Ananda Mustajab Latif

Ananda Mustajab Latif

Selamatkan Satwa Liar, Selamatkan Lingkungan Hidup!

Oleh: Ananda Mustajab L (Ketua Yayasan Peduli Bumi Indonesia)

Pada tahun 2016 ini hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day 2016) mengangkat isu tentang perdagangan ilegal satwa liar. United Nations Environment Programme (UNEP), Program Lingkungan dari PBB, mengangkat isu ‘tanpa kompromi dalam memerangi perdagangan ilegal satwa liar’ sebagai isu utama.

Hari Lingkungan Hidup atau World Environment Day (WED) bertujuan menginspirasi setiap orang di bumi untuk mengambil tindakan dalam melestarikan lingkungan hidup.

Di Indonesia, lebih dari 270 spesies hewan telah terancam punah dengan status kritis dan berbahaya. Dari jumlah tersebut, hewan dari kelas mamalia menduduki peringkat tertinggi dengan jumlah spesies yang terancam mencapai 91 spesies. Disusul oleh beraneka jenis burung (Aves) terancam mencapai 56 spesies, Malacostraca (26 spesies), Actinopterygi atau ikan bersirip kipas (19 spesies), Chondrichthyes atau ikan bertulang rawan (16 spesies), Insekta, Anthozoa, dan Reptilia (masing-masing 14 spesies), serta Amphibia (12 spesies).

Beberapa dari ratusan hewan langka di Indonesia itu antara lain: Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus); Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri); Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris); Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas); Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis); Kura-kura Hutan Sulawesi (Leucocephalon yuwonoi); Elang Flores (Nisaetus floris); Rusa Bawean (Axis kuhlii); Burung Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis); Katak Merah (Leptophryne cruentata); Jalak Bali (Leucopsar rothschildi); Celepuk Siau (Otus siaoensis); Burung Kacamata Sangihe (Zosterops nehrkorni); Gagak Banggai (Corvus unicolor); Tarsius Siau (Tarsius tumpara); Beruk Mentawai (Macaca pagensis); Gajah Sumatera (Elephas maximus); Orangutan Sumatera (Pongo abelii); Simakobu (Simias concolor); dan, Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea). Terancam punahnya berbagai spesies satwa liar tersebut salah satunya adalah akibat perburuan untuk diperdagangkan. Perdagangan ilegal satwa liar di Indonesia masih terus terjadi secara massif. Jika hal ini terus dibiarkan, akan mengakibatkan kepunahan berbagai spesies satwa liar yang dimiliki Indonesia. Padahal Indonesia adalah salah satu mega-biodiversity di dunia yaitu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia.

Hari Lingkungan Hidup sedunia ditetapkan berdasarkan keputusan dari Majelis Umum Perserikatan bangsa bangsa guna menandai pembukaan konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia yang berlangsung antara tanggal 5-16 Juni 1972 di Stockholm. Prof. Emil Salim selaku Kepala Bappenas Indonesia berpartisipasi dalam konferensi tersebut sebagai perwakilan dari Indonesia.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dipandang sebagai hari peringatan resmi dan sering diperingati oleh masyarakat maupun pemerintah di sejumlah negara di dunia. Peringatan hari besar ini bertujuan untuk merangsang kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup yang semakin hari semakin rusak.

Namun tidak seperti tahun lalu, peringatan hari lingkungan hidup sedunia tampaknya kurang disambut antusias oleh kalangan pemerintah pusat, terlihat dengan tidak adanya penyelenggaraan suatu even nasional pada hari lingkungan hidup sedunia 5 juni lalu.

Sebatas ingatan penulis, pada beberapa tahun belakangan hari lingkungan hidup sedunia selalu diselenggarakan oleh pemerintah secara resmi di istana negara dengan mengikutsertakan para tokoh masyarakat yang mengabdikan dirinya untuk pelestarian lingkungan dan memberikan penganugrahan Kalpataru seperti tahun lalu yang diselenggarakan di Istana Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

x

Check Also

Ananda Mustadjab Pembicara Hari Bumi

Ketua YPBI Saat Menjadi Narsum di Acara Hari Bumi 2017