Kerusakan hutan Mangrove diduga dilakukan oleh pemilik perusahaan tambang nikel (foto : iNews TV)
Kerusakan hutan Mangrove diduga dilakukan oleh pemilik perusahaan tambang nikel (foto : iNews TV)

Satu Hektare Hutan Mangrove di Bombana Sulawesi Tenggara Rusak

Sekitar satu hektare hutan mangrove di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara mengalami kerusakan parah. Rusaknya hutan mangrove tersebut diduga dilakukan oleh pemilik perusahaan tambang nikel yang beroperasi di wilayah tersebut.

Awalnya hutan bakau tersebut tumbuh subur berjejer di pinggir laut Desa Mapila, namun kini rata dengan tanah.

Kepala Desa Mapila Sudirman sangat terpukul melihat daerahnya disdrobot oleh oknum tidak bertanggung jawab, ia berjanji akan menuntut pihak perusahaan yang beroperasi di derahnya.

“Pasalnya tidak mungkin waragaku berani melakukan perambahan hutan bakau tersebut, mengapa demikian karena wargalah selama ini yang memelihara bakau tersebut. Bukan hanya itu dengan hadirnya perusahan tambang di desa kami, membuat warga resah, diantaranya maraknya tindakan penyerobotan oleh pihak perusahaan,” terangnya.

Hingga kini sudirman sudah melaporkan masalah tersebut ke Kadis Kehutan Kabupaten Bombana.

Pihak kehutanan setempat juga sudah menurunkan stafnya untuk mengambil titik kordinat guna menindak lanjuti, apakah masuk wilayah terlarang atau tidak.

(nag/sindonews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

x

Check Also

Dari Kanan ke Kiri: Lia H Zaskiyyah, Amanda Katili (Head of Expert Team at The Office of the President's Special Envoy for Climate Change), Sanny (Direktur Utama Kuark Internadional), Ananda M. Latif (Ketua YPBI), Priena (Staf Kuark)

Ketua YPBI bersama KSP dan Kuark International